MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
A.
Pola Pemebelajaran Berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pembelajaran pada hakekatnya
merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi
secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung yaitu
dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Didasari oleh adanya perbedaan
interaksi tersebut, maka kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai pola pembelajaran. Barry Morris (1963:11)
mengklasifikasikan empat pola pembelajaran yang digambarkan dalam bentuk bagan
sebagai berikut:
![]() |
|||
![]() |
|||
pembelajaran di atas memberikan gambaran bahwa seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi pendidikan baik software, maupun hadrware, akan membawa perubahan bergesernya peranan guru sebagai penyampai pesan. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran. Siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai media dan sumber belajar, baik itu dari modul, siaran radio pembelajaran, televisi edukasi, multimedia interaktif berbasis komputer atau yang sering kita kenal dengan pembelajaran berbasis komputer (CBI) baik model drill, tutorial, simulasi maupun games instruction ataupun dari internet. Sekarang ini atau di masa yang akan datang, peran guru tidak hanya sebagai pengajar (transmitor), tetapi ia harus mulai berperan sebagai director of learning, yaitu sebagai pengelola belajar yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa melalui pemanfaatan dan optimalisasi berbagai sumber belajar, bahkan bukan tidak mungkin di masa yang akan datang peran media sebagai sumber informasi utama dalam kegiatan pembelajaran (pola pembelajaran bermedia), seperti halnya penerapan pembelajaran berbasis komputer (computer based instruction), di sini peran guru hanya sebagai fasilitator belajar saja.
B.
Komputer sebagai media pembelajaran
1. Sebagai alat presentasi
dengan bantuan sebuah proyektor kini komputer
jinjing dapat digunakan sebagai alat untuk mempresentasikan sebuah ide ataupun
gagasan, biasanya banyak digunakan dalam rapat pembangunan dan juga mahasiswa
yang mempresentasikan hasil penelitian mereka.
2. Sebagai Alat ketik
Sekitar tahun delapan puluhan sampai dengan
tahun sembilan puluhan mesin ketik masih menjadi andalan dalam menulis laporan
ataupun menulis buku , namun disekitar akhir tahun sembilan puluhan kini
posisinya digantikan dengan komputer yang dikenal lebih simple dan lebih
efektif.
3. Sebagai alat hitung
Di dalam komputer tentunya akan sangat mudah
dalam menghitung angka angka , banyak sekali angkuntan yang menggunakan ms .
excel dalam menghitung baik jumlah , rata rata dan juga pembagian.
4. Sebagai media informasi dan komununikasi
tahukah anda bahwa internet adalah satuan dari
kumpulan seluruh komputer di dunia yang saling terhubung antara satu dengan
yang lain, banyak yang digunakan sebagai server , dan saat ini server terbaik
masih di pegang oleh pihak google yang juga website nomor satu di dunia dengan
fasilitas mesin pencarinya, setelah media yang bermanfaat terupload di server
baik itu dalam bentuk pdf ,html dan juga doc . dapat dia akses oleh semua orang
di dunia selama server tetap menyala tentunya , saat server mengalami down
ataupun maintenance maka semua halaman yang kita upload tidak dapat di unduh
ataupun di baca.
C.
Pembelajaran Berbasis Web (e-Learning)
Pembelajaran
berbasis web (e-learning) atau kadang disebut web-based education (WBE) dapat
didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pendidikan untuk
sebuah proses pembelajaran. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua
pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar
dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut
sebagai pembelajaran berbasis web.
Kemudian yang
ditawarkan oleh teknologi ini adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada
tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah
dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja dirasakan aman oleh
peserta didik tersebut. Batas ruang, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah
yang rumit untuk dipecahkan.
Teknologi
internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi apa
saja dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat. Informasi yang
tersedia diberbagai pusat data diberbagai komputer di dunia. Selama
komputer-komputer tersebut saling terhubung dalam jaringan internet, dapat kita
akses dari mana saja. Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui
internet.
Mewujudkan
pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakan materi belajar pada web untuk
kemudian diakses melalui komputer, web digunakan bukan hanya sebagai media
alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau
informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tadi telah
diungkap. Keunggulan yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain.
Banyak pihak
mencoba menggunakan teknologi web untuk pembelajaran dengan meletakan materi
belajar secara online, lalu menugaskan peserta didik untuk mendapatkan
(dowenloading) materi belajar itu sebagai tugas baca. Setelah itu mereka
diminta untuk mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke
pendidik juga melalui internet. Jika ini dilakukan tentunya tidaklah
menimbulkan proses belajar yang optimal.
Kita dapat
membayangkan suasana di ruang kelas ketika sebuah “proses pembelajaran” sedang
berlangsung. Berapa banyak diantara peserta didik aktif terlibat dalam diskusi
dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka dilakkukan di kelas? dan tentunya masih
banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain yang sebenarnya kita sudah mengetahui
jawabannya. Monitoring proses dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit
daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup.
Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang
sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik unuk
terlibat dalam berbagai kegiatan belajar.
Satu hal yang
perlu diingat adalah bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses belajar.
Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian
yang berbeda pula.
a.
Implementasi Pembelajaran Berbasis E-Learning
1.
Model pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran
berbasis
e-learning dalam program pembelajaran konvensional tatap muka. Proses
pembelajaran konvensional tatap muka dilakukan dengan pendekatan Student
Centered Learning (SCL) melalui kerja kelompok. Model ini menurut parisipasi
pesera didik yang tinggi.
Untuk merancang dan
mengimplementasikan pembelajaran berbasis e-learning, langkahnya adalah sebagai
berikut:
a.
Sebuah program pendidikan untuk peningkatan mutu pembelajaran di
lingkungan sekolah/kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya
selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Yaitu tahap 1, 3, 5 dilakukan
secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi.
Sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan secara konvensional tatap muka atau tutorial.
b.
Menatapkan sebuah mata pelajaran/kuliah pilihan di jurusan. Pembelajaran
dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama.
Setelah itu tatap muka dilakukan setiap 2 atau 3 minggu sekali.
Dua program pendidikan itu disampaikan melalui
berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas
secara kolaboratif dalam kelompok sangat dominan pada kedua program tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar